Assalaamualaikum... Selamat Datang di Blog "Mutiara Qolbu". Semoga bermanfaat dan menjadi berkah. Amiin

Nasihat Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzily, RA

Telah diceritakan dalam suatu riwayat:

Pada suatu hari, Asy-Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzily telah bertanya kepada Asy-Syaikh Abul Abbas Al-Mursy, "Wahai Ahmad! Dengan apakah engkau menemui Allah?"

Asy-Syaikh Abul Abbas Al-Mursy telah diam. Dia lalu menundukkan kepalanya karena dia tidak tahu bagaimana untuk menjawabnya. Ketika Ash-Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzily menyadari kebingungan pada diri muridnya, diapun berkata pula, "Wahai Ahmad! Temuilah Allah denga Allah!"

 Asy-Syaikh Abul Abbas Al-Mursy pun bertanya, "Bagaimanakah caranya untuk aku menemui Allah dengan Allah?", maka Asy-Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzily pun menjawab, "Apabila engkau menemuiNya dengan kemaksiatanmu, Dia akan menemuimu dengan rahmadNya. Apabila engkau menemuiNya dengan keteledoranmu didalam ketaatan, Dia akan menemuimu dengan IhsanNya, kedermawanNya dan kema'afanNya. Apabila engkau menemuiNya dengan kekurangan syukurmu diatas nikmat-nikmatNya, Dia akan menemuimu dengan kemurahanNya...

Wahai Ahmad! Sesungguhnya Allah telah mengaruniakan engkau keimanan dan telah membersihkan dirimu dan telah mensucikan dirimu. Akan tetapi, keimananmu dan keimanan seluruh makhlukNya itu tidak akan menambah ke mahasucianNya sedikitpun.

Telah berkata Asy-Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzily :
  1. Ikatlah nafsumu dan kalahkanlah dengan sholat. Jika sholatmu itu mencegahmu dari suatu yang disukai oleh nafsu, maka ketahuilah bahwa engkau adalah seorang yang beruntung. Dan jika ia tidak mencegahmu dari nafsu, maka hendaklah engkau menangisi keadaan dirimu. Apabila engkau terpaksa menyeret kuat kakimu untuk pergi sholat, hendaklah engkau ingat-ingat adakah seorang kekasih itu tiada ingin berjumpa dengan Kekasihnya???
  2. Makanlah makanan yang paling enak, minumlah minuman yang paling lezat, dan tidurlah diatas hamparan yang paling empuk, dan pakailah pakaian yang paling halus. Maka sesungguhnya jika seseorang dari engkau sekalian berbuat demikian, lalu dia mengucapkan Alhamdulillah, niscaya seluruh anggota tubuh badannya juga turut mengucapkan syukur kepada Allah.
  3. Aku telah bertanya kepada guruku berkenaan dengan wirid orang-orang yang telah benar-benar mencapai Allah. maka dia telah berkata, "Menggugurkan hawa nafsu dan mencintai Tuhannya dan dengan kecintaan itu, ia tercegah dari mencintai yang lain selain Allah."
  4. Siapa yang ingin bersahabat dengan Allah, maka hendaklah dia bernagkat meninggalkan segala kesenangan diri. Tidak akan sampai si hamba kepada Tuhannya, jika masih ada pada dirinya syahwat. Dan tidak juga, jika masih ada  pada dirinya segala nafsu keinginan.
  5. Sesungguhnya kami melihat kepada Allah dengan penglihatan keimanan dan keyakinan. Hal itu membuat kami cukup dari sekedar dalil dan bukti. Maka kami tidak melihat (dengan pandangan rohani) sesuatupun dari segala makhluk kecuali Allah
  6. Barang siapa yang bertambah ilmu dan amalnya, tidak menyebabkan bertambah iftiqar (memerlukan) Allah, merendahkan diri, maka dia telah masuk ke dalam golongan orang-orang yang binasa.
  7. Kembalilah engkau dan janganlah engkau menentang Tuhanmu, maka engkau akan menjadi seorang muwahhid (ahli tauhid). Beramalah engkau dengan menetapi rukun-rukun syariat, maka engkau akan menjadi seorang sunni (sesorang pengikut sunnah Rasulullah SAW). Himpunlah dua perkara tersebut, niscaya engkau menjadi seorang ahli hakekat.
  8. Jika engkau ingin memperbaiki aib dirimu, janganlah sesekali engkau mengintai aib orang lain.Karena mengintai keaiban orang lain adalah termasuk kedalam cabang-cabang kemunafikan, sebagaimana bersangka baik adalah termasuk ke dalam cabang-cabang keimanan.


Jadwal Sholat Abadi

 
back to top